Archive for August, 2007

TIPU DAYA IBLIS – dua (habis)

Pak Kyai pulang ke rumahnya sambil berangan-angan bahwa besok pagi ia akan mendapatkan uang lima juta di bawah bantal. Keesokan harinya dengan hati berdebar pak Kyai membuka bantalnya…

“Haahh? Uang seratus-ribuan! Lima puluh lembar!” walau begitu pak Kyai masih ragu apakah uang asli atau palsu. Ketika ia mencoba membelanjakan uang tersebut ternyata asli! Para pedagang menerima pembayaran uang itu.

“Alhamdulillah… aku akan membagi-bagikan pada fakir miskin. Bukankah besok aku dapat uang lagi.”

Pak Kyai mulai sibuk menghitung yang ia terima lima juta setiap hari. Rencana-rencana pun mulai ia susun. “Tiga hari lima belas juta. Sebulan seratus lima puluh juta. Aku akan beli mobil, motor, membangun rumah dan membangun masjid terindah di desa ini.”

Menjelang tidur angan-angan pak Kyai berkelana. Ia membayangkan masjid yang dibangunnya dipenuhi orang-orang untuk beribadah. Mereka berebut menyalami dan berfoto dengannya, mengelu-elukan kyai kaya yang dermawan. Ia tertidur pulas dengan tersungging. Sementara iblis menari-nari karena telah berhasil menjebak pak Kyai.

Di suatau pagi, pak Kyai terkejut manakala di balik bantalnya tidak ada lagi uang sama sekali.

“Mana uang itu…?! Betul-betul tidak bias dipercaya! Dasar iblis! Gagal rencanaku membangun masjid! Kutebang saja pohon itu. Biar tahu rasa!” dengan muka merah padam menahan amarah, pak Kyai bergegas menuju pohon besar itu. “Kali ini tidak ada kompromi…”

“Mau kemana pak Kyai?” pak Kyai terkejut mendengar sapaan iblis.

“Aku mau menebang pohonmu! Minggir!”

“Tak akan kubiarkan. Ayo hadapi aku!” perkelahian atara pak Kyai dan iblis pun tidak terelakkan lagi. Keduanya sama-sama mengeluarkan jurus-jurus andalan. Kali ini pak Kyai kuwalahan menahan serangan-serangan iblis. Ia pun tersungkur bertekuk lutut di bawah kaki iblis. Ia berteriak-teriak minta ampun tetapi iblis terus menginjak dadanya. Dengan congkak iblis berkata, “ Hai manusia sombong! Mana kekuatanmu!”

“Hai iblis! Kenapa kau mengalahkan aku?”

“Hahaha… kali ini kau ingin menebang pohon gara-gara tidak ada uang di bawah bantalmu. Ketika kau marah karena membela hokum atau aqidah Tuhanmu, maka kau berada dalam genggaman Alloh. Kau bagai biri-biri yang tak peduli ditinggalkan gembalanya karena syik terpikat menikmati rumput yang hijau. Maka leluasalah aku mengalahkanmu… hahaha! Pergi sana! Jangan ganggu pohonku lagi!”

Maka dengan gontai pek Kyai menyesali kelengahannya sehingga begitu mudah ia terperangkap oleh tipu daya iblis. “Ooh bodohnya aku… sungguh licik dan halus tipu daya iblis, kupikir kalau sudah menjadi Kyai tidak akan mudah terkecoh. Aku telah takabur sehingga lengah mau bekerja sama dengan iblis. Pelajaran berharga untukku aku harus selalu waspada dan tak akan berhubungan dengan iblis dalam hal apapun!”

 

End of story

TIPU DAYA IBLIS – satu

 

 

Malam itu malam jumat kliwon. Penduduk desa beramai-ramai mendatangi sebuah pohon besar yang tumbuh di tepi sungai. Laki-laki, perempuan, tua, muda, dating membawa barang-barang yang akan digunakan untuk ‘sesajen’. Ada nasi tumpeng dengan ayam panggang, rokok, kembang setaman, ayam hitan mulus, kemenyan dll.

 

SYETAN telah merasuk ke dalam jiwa dan membelenggu hati mereka dengan keyakinan bahwa pohon besar itu dihuni oleh makhluk halus yang bias mengabulkan semua keinginan mereka. Sehingga mereka dating memuja-muja makhluk penunggu pohon seraya menyebutkan keinginannya. Ada yang ingin kaya, gampang dapat jodoh, laris dagangannya bahkana da yang ingin kebal senjata. Ada pula yang ingin menanyakan berapa nomor ‘togel’ yang akan keluar.

Iblis semakin bersorak gembira karena pengikutnya semakin lama semakin banyak. Lain halnya pak Kyai, seorang tokoh agama di desa itu yang semakin jengah dengan kemusyrikan yang dilihatnya setiap hari. “Kasihan. Mereka tidak tahu bahwa iblis telah memperdaya mereka. Mereka akan dijadikan teman iblis dalam neraka. Aku tidak boleh tinggal diam. Satu-satunya jalan adalah…. Menebang pohon itu! Aku haru menebang pohon itu!”

Selesai sholat subuh pak Kyai mengayunkan kaki dengan memanggul kapak besar di pundaknya menuju tempat pohon besar itu berada. Iblis yang sengaja tinggal di pohon itu tiba-tiba terperanjat, matanya silau dengan kilauan logam kapak pak Kyai yang tertimpa sinar matahari pagi. “Hah?!!! Ada orang membawa kapak mendatangi pohonku! Gawat! Hawanya lain… dia orang yang berilmu… aku harus waspada!”.

Atas kehendak Alloh pak Kyai memiliki kemampuan melihat dan berbicara dengan makhluk halus. Sehingga dengan mudah ia dapat berkomunikasi dengan penunggu pohon itu.

“Hai Iblis! Pergilah! Aku akan menebang pohon ini karena terlalu banyak menyesatkan manusia”.

“Aku tidak akan membiarkanmu menebang pohon ini!”

“Tidak peduli! Aku akan menebangnya!” tiba-tiba iblis mencekik leher pak Kyai. Tak mau kalah, pak Kyai memegang tanduk iblis. Perkelahian tidak bias dihindarkan, kedua bergumul saling banting. Cukup lama keduanya berkelahi sampai akhirnya pak Kyai membanting iblis hingga tersungkur ke tanah, dadanya diinjak. Iblis tak berkutik lagi.

“Baiklah. Aku kalah. Aku tidak akan menghalangimu lagi.” Pak Kyai melepas iblis mebiarkannya pergi. Nemun ia merasa sangat lelah. Tenaganya terkuras habis dalam perkelahian tadi. Jangankan menebang, mengayunkan kapak pun rasanya sudah tidak kuat lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang beristirahat. Ia berharap besok dapat menebang pohon dengan kondisi segar.

Keesokan harinya pak Kyai memikul kapak dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Namun tak disangka-sangka, iblis kembali dating menghalangi sehingga terjadilah perkelahian yang lebih seru dari sebelumnya. Lagi-lagi iblis dibuat bertekuk lutu dan berjanji tidak akan menghalangi lagi. Karena kehabisan tenaga, pak Kyai tidak mampu menebang pohon saat itu. Ia beristirahat untuk memulihkan tenaganya. Ia akan menebang esoknya lagi.

Pagi-pagi pak Kyai memanggul kapak. Dari kejauhan ia kembali melihat iblis sedang berdiri bersandar di pohon. Raut mukanya kali ini tidak beringas seperti dua hari sebelumnya. Iblis yakin bahwa tidak mungkin bias mengalahkan manusia yang kuat aqidahnya dengan cara bertarung fisik. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan ‘tipu daya’. Dengan lemah lembut iblis berkata. “Wahai Kyai… Tahukah kau mengapa aku mencegahmu menenbang pohon itu? Aku khawatir dan kasihan kepadamu. Walaupun pohon itu sudah ditebang, belum tentu mereka akan sadar. Bahkan mereka akan membencimu dan mencari poho lain untuk disembah. Sia-siakan usahamu? Nah… karena kau telah mengalahkan aku, sekarang aku ingin membantumu memberantas kemusyirakn di desa ini. Sementara jangan tebang dulu pohon itu. Aku akan memberimu uang lima juta setiap hari. Dengan uang itu hidupmu akan tercukupi. Kau juga bias membagi-bagi kan uang itu kepada orang-orang duafa’. Kau bias membangun masjid yang indah sehingga orang-orang menaruh simpati padamu dank au bias lebih mudah mengajak mereka kembali beribadah kepada Alloh. Bukankah tujuanmu mengajak sebanyak-banyaknya orang agar mau beribadah kepada Alloh?”

Pak Kyai merasa apa yang diucapkan iblis itu masuk akal. Tipu daya iblis telah merasuk ke dalam benaknya. Pak Kyai berharap memerangi kemusyrikan dengan cara persuasive, pendekatan secara halus, akan membuahkan hasil daripada dengan cara yang frontal.

“Bagaimana caranya aku bias mendapatkan uang kau janjikan itu? Apakah perkataanmu bias dipercaya?”

“Lihat saja besok pagi di bawah bantalmu. Kalau tidak ada, kau boleh menebang pohon itu.”

“Baiklah. Tapi awas kalau ingkar janji, kau tidak akan bias menghalangiku menebang pohon itu”

 

To be continued…

 

 

dissatified

oh God…

now… I feel that I can be sure abt my way of life… dunno why… feel that I’ve done big mistakes although it looks like a small mistake (many people said before)

God if I’m wrong and made big mistake… please keep me

SHOLIHAT

Bedasarkan tuntunan agama, wanita sholihat bukanlah wanita yang memiliki stereotype fisik. Bukan TB & TB : The Beauty & The Bahenol. Sabda Nabi : innaddun-yaa kullahaa mataa’un ~ sesungguhnya dunia itu semuanya kenikmatan, wa khoiru mataa’id dun-yaa almar’atus shoolihatu ~ dan sebaik-baiknya kenikmatan dunia adalah wanita yang sholihat.

 

FIRMAN Alloh : fasshoolihaatu qoonitaatun haafidzootun lil ghoibi bimaa hafidzolloohu ~ wanita yang sholihat adalah wanita yang tunduk dan menjaga dirinya ketika suami pergi sesuai dengan peraturan Alloh (QS An-Nisa 34).

Sabda Nabi : (1) Allati tasurruhu idzaa nadzoro ~ yang bias membuat senang suami jika ia dipandang, (2) wa tuthii’uhu idza amaro ~ dan kalua diperintah suaminya bias taat, (3) walaa tukhoolifuhu fi nafsihaa wa maalihaa bimaa yakrohuu ~ dan yang tidak mengkhianati suami dalam urusan diri dan harta.

6 sifat wanita sholihat : (1) Taat kepada Alloh dan Rosul, (2) Taat dan takdzim kepad suaminya, (3) Membantu tugas suaminya dalam agama dan mencari ma’isyah, (4) Bertanggung-jawab mengurus rumah-tangga, (5) Menjaga martabat suami dan rahasia rumah-tangga, (6) Syukur, sobar, mengalah, sering minta maaf kepada suaminya.

Selain segala jenis sifat-sifat yang baik & ideal seperi yang telah disebutkan, yang termasuk kategori wanita sholihat adalah wanita yang mandiri dalam hal ekonomi, financially independent. Jika tidak mampu mandiri, minimal bias membantu ma’isyah suami. Jangan bayangkan Fatimah sebagai putri Nabi, dan isteri dari Ali salah satu khalifah, tidak bekerja. Beliau bekerja sebagai penggiling gandum. Membantu ma’isyah suami tidka harus dengan menjadi sarjana, wanita karir, professional yang bekerja di perusahaan. Banyak banget bentuk home business, busnis rumahan (bukan murahan) yang bias dilakukan para wanita. Bagaimana kalu tidak bisa bekerja? Ya, minimal bisa menyeimbangkan kemauan dan kemampuan. Jangan sampai tekor.

 

to be continued ………