Badanku menggeliat kedinginan, rasanya belum ingin bangun, membuka mata saja aahhh rasanya malas sekali…
Kulirik jam, sepertinya pukul 05.05 itupun kalau penglihatan belum kabur karena belum sepenuhnya mata ini terbuka.
Kubulatkan niatku, bangun menuju ke tempat biasa sehabis bangun tidur, kamar mandi, mengambil air wudhu, sholat, berdoa pada My Lord Yang Esa.
Usai sholat, kusandarkan kepala di tembok, mataku terpejam sementara angan berkeliaran membelah impian, ngalamun.
Aku pun tertidur, malas rasanya mesti bangun pagi-pagi. Kulirik jam setelah akhirnya aku terbangun, pukul 05.45. Hayah,
“Mak, nasinya ud mateng belon?” celutukku.
“Ya belum.” jawab emak.
Aku kembali tidur, hehe, tapi aku teringat, setrikaan, busyettt… bajuku keriting nian nih kalo tak disetrika. Selimut, sarung kulipat, kusiapkan setrikanya, kemudian menata sampai siap digunakan untuk menyetrika…..
Kuambil sarapanku, makan pagi oey, yang biasanya tak kudapatkan jika tak di sini. Menuju ke kamar mandi langkahku, membasuh muka kemudian mengguyur badanku setelah tidur semalaman.
Dijalan…
Huh… aku bosan setiap hari bergumul dengan kerumunan orang di jalan raya.
Setiap pagi rasanya jalan tak pernah sepi, rasanya setiap orang berlari ke jalan setiap pagi, klakson berbunyi dimana-mana.
Banyak motor, mobil di jalan, kenapa gag saling bonceng aja sih kok bawa sendiri-sendiri padahal kan bisa ngirit jalan kalo ga sendiri-sendiri begini -halah kek aku sendiri aja boncengan wakakakk- wah… gimaan jadinya kalo BBM naek?? asek lah bisa sedikit yang pake jalan raya -hahaahh *belagak seneng padahal sengsara kalo sampae BBM naek* mw dikasih apa motornya kalo doit buat beli BBM aja kurang
-
Sebuah sepeda motor berjalan di belakang agak dekat denganku, cukup lama.
‘Kenapa nih orang’ pikirku, ‘resek ah’
Aku mendahului sepeda motor yang ada di depanku, si motor di belakangku mendahului juga dari sisi satunya kemudia berada di depan.
Bisa kulihat… ohhh… ternyata kakak sepupuku, ku buka kaca helmku untuk menyapa dan memberinya senyum biasa-biasaku dibumbui sedikit rasa kaget, karena seingatku mereka -dia berangkat bersama bapaknya- berangkat lebih awal dariku.
‘Ternyata cepet juga jalanku hehe’ pikirku.
“Masuk jam berapa?” tanyanya sembari tak lupa melihat kedepan jalan yang sedang direparasi ini -hahaha kek apa aja reparasi-
“Jam 8″ jawabku.
Memasuki perempatan Lampu merah mereka berhenti tapi aku aku belok ke kiri jadi aku jalan terus -keinget ‘belok kiri jalan terus’ atau ‘turn left go ahead’ hahahah
-
Fiuuhhh…. 10 menit kemudian aku sampai di peraduan dengan selamat. Thanks My Lord Allah SWT yang telah memberikan keselamatan padaku
